Prof Grace Kandou Bidik Transformasi Unsrat, Puluhan Ribu Alumni Disiapkan Jadi Kekuatan Kampus

Prof Grace Kandou Bidik Transformasi Unsrat, Puluhan Ribu Alumni Disiapkan Jadi Kekuatan Kampus

MANADO, Fajarpress – Persaingan memperebutkan kursi Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026–2030 semakin menarik. Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor dengan membawa sejumlah agenda pembenahan kampus, mulai dari peningkatan kualitas akademik hingga pemberdayaan puluhan ribu alumni.

Kehadiran Grace di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikusumo, Kamis (5/11/2026), berlangsung meriah. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat itu berjalan menuju lokasi pendaftaran dengan diiringi musik tradisional bambu, didampingi keluarga, mahasiswa, dan para pendukungnya.

Namun, perhatian terhadap pencalonan Grace tidak hanya tertuju pada prosesi pendaftarannya. Sejumlah gagasan yang dibawanya menyentuh persoalan mendasar tentang bagaimana Unsrat harus berkembang dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Salah satu target utamanya adalah mendorong seluruh program studi di Unsrat meraih akreditasi unggul.

“Harapannya, dalam kepemimpinan saya nanti, saya akan meningkatkan agar supaya semua program studi bisa mendapatkan akreditasi yang unggul,” ujar Grace setelah mendaftarkan diri.

Menurutnya, peningkatan mutu akademik tidak bisa berdiri sendiri. Pembenahan harus mencakup pendidikan, pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Grace juga menyoroti kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan. Baginya, kualitas proses belajar mengajar sangat berkaitan dengan terpenuhinya hak dan kesejahteraan mereka yang menjalankan aktivitas akademik di kampus.

Alumni Jadi Kekuatan Strategis Unsrat

Salah satu gagasan yang turut menjadi perhatian adalah rencana pemberdayaan puluhan ribu alumni Unsrat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Fungsionaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsrat wilayah Jabodetabek, Indonesia Barat, dan luar negeri, Tedy A. Matheos, menyebut pemberdayaan alumni masuk dalam lima program prioritas 100 hari pertama yang ditawarkan Grace.

Gagasan ini menempatkan alumni bukan sekadar sebagai bagian dari sejarah kelulusan sebuah universitas, melainkan sebagai kekuatan strategis untuk memperluas jejaring, membuka peluang kerja, membangun kemitraan, serta mendukung pengembangan institusi.

Dengan jumlah alumni yang tersebar di berbagai sektor pekerjaan dan wilayah, Unsrat memiliki potensi jaringan yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat hubungan antara kampus, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Jika dikelola secara sistematis, jaringan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperluas kontribusi Unsrat di tingkat nasional maupun internasional.

Membawa Pengalaman Akademik dan Manajerial

Grace Kandou memiliki perjalanan panjang di lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan.

Karier profesionalnya dimulai sebagai dokter di Puskesmas Tareran, Minahasa, sekitar 1994–1997. Setelah itu, ia bergabung sebagai tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Unsrat pada 1997.

Ia kemudian memperdalam ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia, meraih gelar magister pada 2002 dan doktor pada 2008 dengan konsentrasi epidemiologi.

Pada 2014, Grace mencapai jabatan Guru Besar. Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat sebagai dekan periode 2015–2019.

Saat ini, ia juga tercatat sebagai Ketua Senat FKM Unsrat.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang ditawarkan dalam pencalonannya untuk memimpin universitas.

Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Sulawesi Utara

Agenda lainnya adalah memperkuat sinergi Unsrat dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia Sulawesi Utara.

Grace menilai perguruan tinggi harus menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah, terutama melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia secara khusus menyinggung perhatian Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Melihat salah satu konsentrasi Pak Gubernur soal sumber daya yang unggul, maka Unsrat harus menjaga sinergitas di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Bagi Grace, universitas tidak cukup hanya menjadi tempat menghasilkan gelar akademik. Unsrat juga harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif, menghasilkan penelitian yang bermanfaat, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pendaftaran Grace menambah dinamika pemilihan Rektor Unsrat periode 2026–2030. Dengan agenda akreditasi unggul, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, dan pemberdayaan alumni, pencalonannya membawa sejumlah isu strategis yang akan menjadi bagian dari perdebatan arah masa depan universitas.

Kini, gagasan tersebut akan berhadapan dengan tantangan besar: bagaimana menerjemahkan visi dan program menjadi kebijakan nyata yang mampu membawa Unsrat semakin kompetitif, berdaya saing, dan memberikan kontribusi lebih luas bagi Sulawesi Utara maupun Indonesia.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *